Mungkin Anda juga sudah membaca artikel yang ditulis oleh mas Cosa tentang Sepuluh Fakta yang ada pada dirinya. Pada tulisan tersebut, ada 1 poin yang sangat menarik perhatian saya. Sebenarnya semuanya menarik sih, tapi diantara 10 poin yang disebutkan, salah satu point membuat saya termotivasi untuk membuat tulisan ini.
Poin yang saya maksud adalah nomor 8 (delapan): Paling benci dengan orang yang suka men-judge orang lain dari penampilannya.
Membaca poin tersebut saya jadi teringat dengan sebuah buku yang pernah saya baca. Buku itu sekarang sudah hilang entah kemana. Buku itu ditulis oleh Ust. Hafidz Abudurrahman, yang berjudul “METODE PENDIDIKAN RASULULLAH TELADAN
DALAM MEMBENTUK KEPRIBADIAN ISLAM BAGI PENDIDIK UMAT”.
Pada salah satu bab buku itu, beliau menyebutkan tentang kepribadian. Beliau menyebutkan bahwa: kepribadian seseorang tidaklah bisa diukur dengan performance, penampilan, atau harta. Misalnya saja, kita tidak bisa menilai seseorang itu baik atau tidaknya melalui penampilan. Tapi, jika kita ingin menilai seseorang, maka nilailah dari pola pikir dan pola sikapnya. Itulah makna dari kepribadian, yaitu pola pikir dan pola sikap.
Jika pola pikirnya baik, dan pola sikapnya baik, maka sudah tentu orang tersebut bisa kita katakan baik. Namun satu hal yang perlu ditekankan bahwa, baik menurut pandangan orang non muslim, tentu beda dengan ‘baik’ menurut pandangan kita selaku umat muslim.
Jika menurut ajaran islam meminum minuman keras itu tidak baik, haram, dan dilarang oleh aturan Islam, namun menurut non muslim bisa saja meminum miras itu bukanlah sesuatu yang buruk.
Tentunya kita sebagai muslim musti memilih label baik menurut ajaran islam, yaitu yang bersumber dari AlQur’an dan assunnah.
Back to topic tentang kepribadian. Seperti yang disebutkan mas Cosa bahwa beliau tidak menyukai orang yang menilai seseorang melalui penampilan, saya sangat setuju. Karena memang pada hakikatnya kita tidak bisa menilai orang dari penampilan.
Sebagai contoh, dulu waktu saya masih SMK, ada guru saya yang ketika jam istirahat, ngumpul bersama para siswa (termasuk saya). Beliau mengatakan bahwa dia bisa menilai orang dari garis telapak tangan. Misalnya saja ada orang yang garis tangannya begini, maka sifat orang tersebut adalah begini. Jika alur garis tangan seseorang begitu, maka kepribadiannya (sikap)nya akan begitu juga. Sama halnya seperti seseorang yang menilai seseorang dari cara berpakaian, cara berjalan, atau dari yang lainnya. Maka saya katakan itu tidak benar!
Saya sangat setuju dengan buku yang ditulis oleh Ust. Hafidz seperti yang saya sebutkan diatas: kepribadian seseorang hanya bisa diukur dari cara berfikir dan pola sikapnya. Kepribadian yang baik adalah kepribadian (pola pikir dan pola sikap) yang bersumber dari ajaran islam.
Namun ada satu hal yang menjadi catatan saya, yaitu: yang saya benci bukanlah orang yang memiliki kepribadian buruk, tapi yang saya benci adalah keburukan kepribadiannya. Contoh: jika seseorang berbohong kepada saya, maka semestinya yang saya benci bukanlah orang yang membohongi saya, tapi yang saya benci adalah sifat bohongnya itu. Agak sulit memang, tapi begitulah yang sedang saya usahakan, yaitu memiliki kepribadian yang baik.
Oke, ini sebagai catatan ringan saja. yang ingin bertanya, ingin mengkritisi, atau merespon/mengomentari, saya persilakan dengan hormat
.
Thanks for reading.
Incoming Search Terms:
- menilai kepribadian seseorang
- makalah kepribadian
- kepribadian yang baik
- menilai kepribadian
- cara menilai seseorang
- cara menilai kepribadian seseorang
- kepribadian seseorang
- kepribadian orang
- membentuk kepribadian yang baik
- contoh kepribadian







{ 1 trackback }
{ 12 comments… read them below or add one }
hmmm..sangat menarik ini, semoga bisa menambah pencerahan dalam belajar dan belajar terus kang terutama untuk saya..salam kenal juga sebelumnya
Blogger Addicter´s last blog post..Animated Banner Maker for GIF
artikel yg bagus mas syahuri. Emang mungkin sudah kebiasaan di negeri kita, untuk menilai orang dari luarnya aja. Tadi pagi jg habis ngalamin lagi, pas beli telpon buat kantor di carrefour, hehehe. Yah, emang kudu dinikmatin aja lah kyknya
buat saya mas…. menilai atau pun men jugde org lain itu tak penting… <<kata 2 ini pun secara tidak langsung udah menjudge org lain hehehehe.. artinya adalah: berfikir, bertindaklah dengan ikhlas.. beri kelapangan. jgn berpihak demi golongan, capai kebenaran dengan kebenaran. hehehehe hayooooooo.
yg jelas…. kita adalah pancaran dari Maha segala Maha.. semua ada, fitrah dan hanif jadi cermin sekaligus landasan.
persoalannya adalah: adakah banyak yg tahu akan hal ini?
mari belajar hehehehe
Rofi´s last blog post..Seks itu "Menjengkelkan" Kata Perawan 105 Tahun
Tapi kita hidup di indonesia, sebaiknya penampilan dijaga…. dan hati terlebih lagi
Ya gak mesti di indo aja kan, mas Albri?
Menjaga penampilan memang terlihat lebih baik, setidaknya kita bisa dihormati
kita jadikan pelajaran aja supaya bisa lbh objektif / jgn asal nge judge
.
syahuri ndasmu koyo setan iblis gambare
salut untuk sahuri…
ferza’s last blog post..Seputar Motivasi Calon Anggota Legislatif Kita
emm..
postingan ny udh agk lm..
tp gpp y saya comment..
Saya setuju..
Jangan menilai orang dari luar nya saja..
Orang yang keliatan baik dan ramah bisa saja penipu atau tukang hipnotis lho..
wellsen’s last blog post..Sebuah Kisah Yang Perlu di Baca…Anda Yang Menentukan Kesimpulannya
Saya setuju mengenai pendapat anda mengenai bahwa jangan menilai kepribadian orang dari penampilan saja, pendapat ini memang betul karena seorang pencopet di bis pun sekarang ini berpenampilan sebagai seorang dosen, rapi dan pakai tas. Jadi kalau kita hanya melihat kepribadian orang hanya dari penampilan saja, sudah tentu akan mengalami kecopetan dalam bis.
Tapi yang saya tidak setuju dengan anda adalah mengenai garis telapak tangan. Anda memang tidak tahu bahwa dalam garis telapak tangan manusia sama dengan surat riwayat hidup. Di garis telapak tangan manusia tersurat mengenai kepribadiannya. Apakah dia seorang penipu, pejabat, suka janda/tante girang, suka sama istri orang, pembunuh berdarah dingin, suka berpoligami, mudah mendapatkan rejeki, kaya dan miskin, dan lain sebagainya dapat dibaca melalui garis tangan. Itulah makanya antara satu orang dengan yang lain garis telapak tangan beda-beda. kalau ada kemiripan berarti orang itu mempunyai kepribadian yang sama. Jadi anda jangan memvonis pendapat mantan guru anda tidak benar. Pendapat anda seperti itu kan karena ketidaktahuan anda mengenai garis tangan.
Kesimpulannya adalah anda sama saja dengan menilai seseorang itu dari luar saja. Akibat ketidaktahuan anda mengenai garis tangan. Jangan memberikan penilaian kalau kita tidak mengetahui hal itu. Allah memberikan kuasa kepada seseorang untuk dapat membaca garis tangan. Karena Allah lah yang menciptakan manusia itu dan menuliskan suratan kehidupan manusia itu melalui garis tangannya.
Sekian..
jangan sungkan datang-datang lagi kemari ya, bawa oleh-oleh juga gak masalah… Hehehe
makasih atas atensinya mas cosa
he he he…
ya mau gimana lagi…
seperti emang asik dibawa enjoy aja
Iya, setuju mas. Seperti yang saya sebut di atas, yg kita judge itu bukan orangnya, tapi sifatnya